Evaluasi Kebijakan Bantuan Hibah Secara Langsung dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ke Sekolah Negeri dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

The Evaluation of Bangka Belitung Archipelago Province Block Grant Policy to Public Schools for Emproving Educational Quality

Eko Maulana Ali
Universitas Terbuka, 2011

pdf klik disini (40635)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
Hibah merupakan dana bantuan yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah yang diberikan dengan tujuan untuk pemberdayaan kegiatan masyarakat. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu fokus pemberian bantuan dana hibah. Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran, maka sejak tahun 2009, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyalurkan bantuan dana hibah kepada sekolah-sekolah di daerah tersebut. Sejauh ini belum ada penelitian untuk memahami secara komprehensif mengenai kesuksesan program tersebut. Oleh karena itu, evaluasi kebijakan dana hibah yang diberikan kepada sekolah dasar negeri, sekolah menengah pertama negeri, dan sekolah menengah atas negeri perlu mendapat perhatian dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu lulusan karena menarik dan relevan untuk dievaluasi melalui aktifitas penelitian ilmiah. Untuk alasan tersebut perlu dilakukan pengumpulan sampel penelitian dengan metode kluster purposiv sampel melalui penyebaran kuisioner sebagai instrumen penelitian. Kuisioner tersebut telah disebarkan kepada sekolah-sekolah penerima dana hibah yang telah dipilih dari enam kabupaten dan satu kota di wilayah Bangka Belitung. Setelah dikembalikan, maka dilakukan pengujian validitas dan realibilitas data. Selanjutnya data ordinal jawaban responden tersebut dikonversikan ke data interval yang kemudian dianalisis dengan program SPSS versi 15.0. Metode statistik yang diterapkan pada penelitian ini adalah analisis jalur. Ternyata hasil yang didapatkan memperlihatkan bahwa kebijakan bantuan dana hibah signifikan mempengaruhi peningkatan proses pembelajaran dan mutu lulusan dari sekolah-sekolah yang diteliti.
kata kunci-

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Lembaga Amil Zakat Dana Sosial Nurul Islam (Laz DSNI) Amanah Batam

Influence of organizational culture, leadership style, and compensation for employee satisfaction of Institution of Zakat Dana Sosial Nurul Islam (LAZ DSNI) Amanah Batam

 Moch Aminudin Hadi
Universitas Terbuka, 2010

pdf klik disini (40378)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.


ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan Lembaga Amil Zakat Dana Sosial Nurul Islam (LAZ DSNI) Amanah Batam. Sebagai organisasi nirlaba, LAZ DSNI Amanah perlu membangun budaya organisasi, menerapkan gaya kepemimpinan, dan menetapkan kompensasi yang tepat untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan survey. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penjelasan karakteristik responden dan data penelitian menggunakan analisis diskriptif. Untuk analisis statistik dan menguji hipotesis menggunakan SPSS ver 17.

Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan  LAZ DSNI Amanah Batam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioner, wawancara, dan studi dokumen dengan data sekunder.

Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja. 2) Hasil analisis regresi parsial menunjukkan bahwa budaya organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; 3) Kompensasi adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja. 4) Sedangkan gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja.

LAZ DSNI Amanah Batam perlu melakukan pemeliharaan terhadap budaya kerja yang kuat dan melakukan perbaikan model kompensasi guna meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

 kata kunci:organizational culture, leadership, compensation, job satisfaction, budaya organisasi, kepemimpinan, kompensasi, kepuasan kerja

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Intensifikasi,Ekstensifikasi dan Kesadaran Masyarakat Terhadap Peningkatan Pajak Daerah di Kabupaten Mandailing Natal

Intensification,extensification and increase the public awareness of the regional district tax of Mandailing Natal

Parlindungan Sinaga
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (40594)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
Pajak adalah salah satu kekuatan handal yang kita miliki untuk membangun kemandirian bangsa. Pajak telah menjadi organ penting keuangan negara. Peranan pajak sebagai pilar pembangunan bangsa Indonesia semakin besar dan penting, hal ini terbukti dari komitmen pemerintah untuk menjadikan penerimaan pajak sebagai tulang punggung pembiyaan kegiatan pemerintah dan pembangunan. Pajak daerah dan retribusi daerah masih belum mampu menunjukan kinerjanya sebagai sumber penerimaan daerah dalam APBD melalui PAD, hal ini dapat dilihat bahwa PAD masih didominasi oleh subsidi daerah otonom yang kini menjadi DAU dan DAK. Sebagai daerah otonom, daerah dituntut untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan semua potensi daerah yang digali dari dalam wilayah daerah yang bersangkutan. Untuk dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah, maka salah satu yang perlu diketahui adalah potensi dan pengelolaanya secara efektif dan efisien desertai dengan penyusunan strategi, pencapaian tujuan yang diharapkan dapat meningkatkan konstribusi pajak daerah terhadap PAD nya. Potensi pajak daerah di Kabupaten Mandailing Natal cukup besar sehingga dapat ditingkatkan penerimaannya. Dengan meningkatkan penerimaan pajak daerah diharapkan akan dapat meningkatkan PAD sehingga ketergantungan kepada pemerintah pusat semakin berkurang yang pada gilirannya diharapkan akan memiliki akuntabilitas yang tinggi kepada masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah perlu dilakukan intensifikasi, ekstensifikasi terhadap subjek dan objek pajak daerah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dengan melakukan efektifitas dan efisien sumber atau objek pajak daerah.

Kata Kunci : Intensification, extensification, public awareness, regional tax,Intensifikasi, Ekstensifikasi, Kesadaran Masyarakat, Pajak Daerah

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



 

Analisis Pelayanan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang

Analysis of Service Health of Animal at Agricultural Agency in Pangkalpinang

Ghozali Efendi
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (40595)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan kepuasan pelayanan kesehatan hewan di Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang ditinjau dari dimensi tangibles (bukti fisik), dimensi reliability (keterandalan), dimensi responsiveness (dayatanggap), dimensi assurance (jaminan) dan dimensi empathy (empati). Penelitian· ini menurut tingkat eksplanasinya adalah penelitian deskriptifyang bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu hal seperti apa adanya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi evaluasi (evaluation study) terhadap pelayanan kesehatan hewan di Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang. Subyek penelitian ini adalah masyarakat penerima layanan datl aparatur pemberi layanan kesehatan hewan Dinas Pertanian Kota Pangkalpinang. Besar sampel yang digunakan sebanyak 67 Orang penerima layanan dan 47 orang pemberi layanan. Metode pengumpulan data diJakukan melalui survey dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif st:hingga didapatkan distribusi responden berdasarkan indikator dan dimensi. Selanjutnya untuk mengetahui persepsi terhadap pelayanan kesehatan hewan dihitung indeks kualitas kasar dan dibandingkan der.gan kelas interval. Untuk mengetahui perbedaan persepsi antara pemberi layanan dengan penerima layanan terhadap pelayanan kesehatan hewan dilakukan uji z. Bcrdasarkan analisis kepuasan pelayanan, presepsi penerima layanan terhadap pelayanan kesehatan hewan pada Dinas Pertanian, dimensi reliability (keterandalan) memiliki nilai indeks kualitas kasar tertinggi (87,31 %) pada tingkatan sangat puas, sementara dimensi tangibles (bukti fisik) memiliki nilai yang paling rendah (76,87%). pada tingkatan puas. Berdasarkan persepsi pemberi layanan terhadap kepuasan pelayanan kesehatan hewan, dimensi assurance Oaminan) memiliki nilai indeks kualitas kasar tertinggi (80,68%) pada tingkatan puas, sementara dimensi tangibles (bukti fisik) memiliki nilai yang paling rendah (71,28%) pada tingkatan puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden penerima layanan mera5a puas terhadap dimensi tangibles (bukti fisik), dimensi responsiveness (ketanggapan), dimensi empathy (empati) dan merasa sangat puas terhadap dimensi reliability (keterandalan) dan dimensi assurance (jaminan). Selanjutnya responden pemberi layanan merasa puas terhadap seluruh dimensi pelayanan kesehatan hewan yaitu dimensi tangibles (bukti fisik), dimensi responsiveness (ketanggapan), dimensi empathy (empati), dimensi reliability (keterartdalan) dan dimensi assurance (jaminan). Berdasarkan uji z persepsi an tara pem beri layanan dengan peneritna layanan berbeda.

Kata Kunci : Public service, service health of animals and service satisfaction, Pelayanan publik, pelayanan kesehatan hewan dan kepuasan

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



 

Pengaruh Persepsi Kualitas Layanan Pendidikan Terhadap Kepuasan Pengguna Survei : Di SMA Swasta Di Kota Bekasi (2007)

Perceptive Influence of Educational Service Quality Towards Users' Satisfaction

Noenoek Setyarini
Universitas Terbuka, 2007

pdf klik disini (41190)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
This research is aimed to explore about (1) Does the perception toward Education Service Quality, Comprising tangible, emphaty, realibility, responsiveness, and assurance have impact toward user' satifaction ? (2) Does the perception towards quality of tangible dimension have significant impact toward Senior High School Consumers satisfaction?. This research applies survey methode. This research population is Educational Service consumers in Private High School in Bekasi. The sampling technique is conducted with purporsive sampling. In which Private High School are classified into three strata (Top, middle and Low). The total number of respondent as many 180 people as Educational service consumers in Non-State Senior High School in Bekasi are Spread out in three school strata. The data collecting is performed with questionaire. The primary data are obtained directly from the respondents. The secondary data are adapted from documents and interviews. In setting research instruments, the researcher performs literatur study, Private High Schools observation, expert consultation and short interview to Private High School managers. All these are conducted on purpose of building comprehension about the substance of educational service quality in Non-Govermental-owned high school. The data obatined from measurement are analyzed with descriptive analysis by using (1) Analysisi of perceptive difference on educational service quality, (2) Analysis of double linear regression, (3) Standard error of estimate analysis, (4) double correlation detemination coefficient analysis, (5) F examination, (6) partial-correlation analysis. The applicatin of these analysis are aimed to obtaine extremaly accurate result. From the calculation result it is obtained that each school stratum can be found a gap between the users' hope and perception towards educational service quality. This means that what the users hope has not yet been fulfilled by the school managers / owners. The largest gap of Al Azhar 4 High School lies on emphaty dimension, namely 0,37. Mutiara 17 Agustus High School on tangible dimension 0,33 and Citra Kencana High School on tangible dimension 0,30. this means that Al Azhar 4 High School managers must improve their service quality dealing with their emphaty dimension such as giving more attention to the users. To Mutiara 17 Agustus High School and Citra Kencana High School have to increase their service quality concerning with facilities, equipments and educational infrastuctures in order the users hope of service quality could be met. Out of the five educational quality dimensions which have significant impact in Al Azhar 4 and Mutiara 17 Agustus High School are assurance dimention, proved of regression coefficient obtained is 0,236 for Al Azhar 4 and 0,372 for Mutiara 17 Agustus Senior High School. This case shows that the school side has to put a priority on service quality of assurance dimension. Meanwhile, the most influential dimension on Citra Kencana High School is emphaty dimension with the regression coefficient 0,335. That's why, Citra Kencana High School has to raise more the service on this dimension, by acting sympatheticly and friendly in communication with the users/consumers, either the students are or their parents. From the result it means that hypothesis examination saying tangible dimension has the most significant impact toward users satisfaction is not proved.
kata kunci: perception; educational service quality; users' satisfaction

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Google Script