Analisis Perbandingan Fama French Three Factor Model Dengan Capital Asset Pricing Model Pada Saham LQ 45 (41299)

Bambang Kusdinarso
Universitas Terbuka - 2015

creative pdf Fulltext

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan Fama and French Three Factor model dalam menjelaskan return portofolio dibandingkan dengan Capital Asset Pricing model. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari perusahaan yang selalu masuk dalam LQ 45 periode 2009 sampai dengan 2011. Sampel yang digunakan adalah saham perusahaan yang selalu masuk dalam LQ 45 selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fama French Three ractor Model merupakan model yang sesuai untuk memprediksi return pada portofolio saham SL dan SH. Variabel Rf, (RLQ45-Rf), RSMB, RHML pada Fama French Three Factor A10del dan variabel Rf dan (RLQ45-Rf) pada Capital Asset Pricing Model tidak berpengaruh signifikan untuk memprediksi return pada portofolio saham SM, BL, BM dan BH.

Kata Kunci : Size, BE/ME. Adjusted R2

utcc Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Komparasi Hasil belajar Differensial antara Model CORE dan Pengajaran Langsung di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sengkang (41374)

Compare result study differential the CORE learning models and learning models directly to SMAN I chengkang grade XI IPA I

Nadirah
Universitas Terbuka - 2015

creative pdf Fulltext

Abstrak

Masalah dalam penelitian ini adalah(l) seberapa besar hasil belajar siswa yang diajar model pembelajaran CORE,(2)seberapa besar hasil belajar siswa yang diajar model pembelajaran langsung,(3)Bagaimana komparasi basil belajar siswa yang diajar model pembelajaran CORE dan basil belajar siswa yang diajar model pembelajaran langsung. jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen Semu (Kuasi eksperimen) yang bertujuan ootuk mengetahui perbandingan model pembelajaran CORE dan model pembelajaran langsung pada pembelajaran differensial kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sengkang (Semester Ganjil tahun pelajaran 2012-2013),yang terdiri dari 4 kelas jurusan IPA.Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, jumlah sample sebanyak 120 siswa untuk empat kelas. Data hasil belajar siswa digunakan tes basil belajar, sedangkan respon siswa diperoleh dengan menggunakan angket. Analisis data yang digunakan statistic deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa dan analisis infrensial untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan statistic uji -T Hasil penelitian berdasarkan analisis menunjukkan bahwa Komparasi hasil belajar Matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran CORE mencapai ketuntasan 98,3 % dan memperoleh skor rata-rata 80,70,sedangkan hasil belajar matematika yang diajar dengan model pembelajaran langsung mencapai ketuntasan 95% dan memperoleh skor rata-rata 78,27.Statistik inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor hasil belajar siswa yang diajar model pembelajaran CORE dan skor hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE lebih efektif dari pada model pembelajaran langsung pada pembelajaran matematika pokok bahasan Differensial pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sengkang.

Kata Kunci :Compare result study, CORE learning models, learning models directly, Komparasi Hasil Belajar, Model Pembelajaran Core, Model Pembelajaran Langsung

utcc Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Efektivitas Penyerapan Aspirasi Masyarakat Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah pada Proses Pereneanaan dan Penganggaran di Kabupaten Sumbawa Tahun 2010 (41371)

The effectiveness ofpublic aspiration absorption through participatory planning and budgeting process (Musrenbang) carried out di Sumbawa District fiscal year 2010

Muhammading
Universitas Terbuka - 2015

creative pdf Fulltext

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis efektivitas penyerapan aspirasi masyarakat pada proses pereneanaan dan penganggaran pembangunan daerah di Kabupaten Sumbawa, kemudian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan aspirasi masyarakat dalam APBD Kabupaten Sumbawa tahun 201 O. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode survey dan penyebaran kuesioner pada responden yang terdiri dari, instansi-instansi yang mengakomodir aspirasi masyarakat melalui Musrenbang, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan Nasional, Dinas kesehatan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan, dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan. Kemudian juga pemangku kebijakan yang terlibat langsung dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah, terdiri dari pihak eksekutif yang representasikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) unsur Bappeda dan keuangan kemudian pihak legislatif yang direpresentasikan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah metode deskriftif kualitatif dan kuantitatif. Untuk tujuan pertama menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan untuk tujuan kedua menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun focus penelitian adalah SKPD-SKPD yang mengakomodir aspirasi masyarakat melalui Musrenbang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sumber informasi utama adalah informasi kunci pada masing-masing instansi yang terlibat dalam proses pereneanaan dan penganggaran daerah, baik eksekutif maupun legislative. Instrument pengumpulan data adalah wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan maupun secara parsial pada masing-masing SKPD menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang belum efektif terakomodir dalam APBD Tahun 2010. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi adalah usulan masyarakat hasil Musrenbang tidak didasarkan dengan data-data yang akurat, sehingga sulit untuk diimplementasikan, kemudian kuatnya kepentingan dimana fakta dominasi peran atau pelaku yang paling menentukan dalam penetapan usulan program dan kegiatan, adanya usulan langsung yang tidak prosedural , kuatnya intervensi politik DPRD untuk mendesakkan perubahan program dan kegiatan pada Renja SKPD dengan memasukkan hasil reses dan aspirasi DPRD dan terakhir adanya keterbatasan kemampuan keuangan daerah

Kata Kunci :Aspirations Absorption. Regional Planning anti Budgeting. Strategic Planning. Action Planning. Penyerapan Aspirasi Masyarakat, Pereneanaan dan Penganggaran Daerah, Renstra dan Renja SKPD, APBD.

utcc Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Pengaruh Faktor-faktor Persepsi Terhadap Sikap dan Minat Penggunaan Layanan Internet (Studi Kasus Pada Nasabah Perusahaan Jasa Asuransi) (41304)

The Effects of Perceived Factors Towards of Attitudes And Intentions to Use Internet Insurance Service (Case Study on Insurance Company Consumers)

Dedi Kusdani
Universitas Terbuka - 2015

creative pdf Fulltext

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor persepsi terhadap sikap dan minat konsumen dalam hal ini nasabah asuransi untuk menggunakan layanan internet asuransi. Teknologi internet yang makin berkembang baik penggunaannya dan jumlah penggunanya di Indonesia yaitu 55 juta orang pada tahun 2012, memberikan peluang bisnis yang baik. Pada industri jasa keuangan maka industri asuransi masih bam pada tahapan awal dalam menyediakan jasa layanan produk-produk asuransi. Dengan adanya perbedaan karakteristik dari transaksi jasa layanan menggunakan media internet dibandingkan layanan transaksi langsung, merupakan suatu hal yang penting bagi pihak perusahaan jasa asuransi untuk lebih memahami hal-hal apa yang dapat mempengaruhi konsumen mereka dalam menentukan keputusan menggunakan jasa layanan transaksi internet. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh faktor-faktor persepsi pada benak konsumen yaitu kepercayaan, kegunaan dan kemudahan penggunaan terhadap sikap dan minat pada penggunaan layanan transaksi internet jasa asuransi. Analisa pengaruh dari faktor-faktor persepsi kepercayaan, kegunaan dan kemudahan penggunaan dilakukan terhadap konsumen jasa asuransi yang menjadi responden pada penelitian ini dengan mengisi lembar pertanyaan yang diberikan secara langsung kepada nasabah asuransi di Jakarta dan sekitamya. Metode yang digunakan untuk menganalisa pengolahan data adalah dengan SEM (Structural Equation Modelling) dengan menggunakan perangkat lunak LISREL 8.70. Penelitian ini menemukan bahwa ada pengaruh dari faktor-faktor persepsi kepercayaan, kegunaan dan kemudahan penggunaan terhadap sikap nasabah yang kemudian mempengaruhi minat untuk menggunakan layanan internet asuransi. Juga ditemukan bahwa tidak adanya pengaruh dari faktor persepsi kepercayaan terhadap minat nasabah untuk menggunakan layanan transaksi internet asuransi. Penelitian ini dapat memberikan implikasi penting bagi perusahaan industri jasa asuransi, dimana perlu adanya suatu strategi komunikasi yang sesuai dengan persepsi yang ada pada benak konsumen jasa asuransi dengan lebih fokus meningkatkan sikap positif terhadap penggunaan layanan internet, serta memanfaatkan fungsi interaktifitas dari penggunaan teknologi internet ini, sehingga proses adopsi penggunaan jasa layanan internet asuransi lebih efektif.

Kata Kunci :trust, perceived usefulness, perceived ease of use, attitude, intention to use, technology acceptance model, actual use, internet insurance services, layanan internet asuransi.

utcc Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Pengaruh kemampuan dan Motivasi terhadap kinerja pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara (41325)

The Influence of Capabilities And Motivation Toward The Performance of School Supervisors At The Department of Education, Youth and Sports of Southeast Maluku Regency.

Godlief Rahanra
Universitas Terbuka - 2015

creative pdf Fulltext

Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kemampuan khususnya pengetahuan dan keterampilan serta motivasi berupa faktor motivator dan faktor hygiene terhadap kineIja pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara. KineIja merupakan hasil yang dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi selama priode waktu tertentu.. Kemampuan merupakan suatu karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan yang diwujudkan melalui tindakan. Motivasi merupakan keadaan kejiwaan dan sikap mental seseorang yang menimbulkan energy. Pengawas adalah guru PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional .pengawas sekolah dan bertugas melaksanakan supervisi, monitoring, dan evaluasi terhadap sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif dan dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian yaitu bahwa kemampuan dan motivasi berpengaruh terhadap kineIja pengawas pada Dinas Dikpora Kabupaten Maluku Tenggara. Data dikumpulkan menggunakan metode survey dengan kuesioner sebagai instrument utama. Populasi penelitian beIjumlah 26 orang dengan sampel jenuh. Analisis data dilakukan dengan analisis bevariat dan analisis regresi. Pengujian hipotesis melalui uji Chi Square dan uji F. Hasil analisis menemukan bahwa umumnya pengawas yang berkemampuan dan bermotivasi baik, berkinerja baik, dan pengawas yang berkemampuan dan bermotivasi buruk buruk, berkinerja buruk. Terdapat hubungan yang konsisten antara kemampuan dan motivasi dengan kineIja sebesar 61,52%, yang berarti bahwa kemampuan dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kineIja. Uji Chi Square menunjukan Chi kuadrat hitung > nilai Tabel (14.742 > 3,841) dan F signifikan hitung > F signifikan Tabel. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kemampuan dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Tengggara. Hal ini berarti bahwa apabila kemampuan dan motivasi ditingkatkan maka kineIja pengawas juga akan meningkat dan sebaliknya apabila kemampuan dan motivasi keIja menurun maka kinerja juga akan menurun.

Kata Kunci :Performance, Capabilities, Motivation, Supervisor, Kinerja, Kemampuan, Motivasi, Pengawas.

utcc Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Google Script