PENGARUH DUKUNGAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG, MOTIVASI KERJA DAN SISTEM KONTROL TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN PADA RSUD LARANTUKA

 

PENGARUH DUKUNGAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG, MOTIVASI KERJA DAN SISTEM KONTROL TERHADAP MUTU PELAYANAN KESEHATAN PADA RSUD LARANTUKA

Apolonia Corembima
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (41447)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
lbis research is intituled "Influence of direct consumption allowance, work motivation and supervision system on the care service quality at the Public Regional Hospilal (RSUD), Larantuka". The main issues addressed in this paper are (1) providing an overview of the direct consumption allowance incentive, the work motivation, the supervi sion system and the care service quality at RSUD, Larantuka. (2) Is there a partiaJ correlation of the direct consumption allowance incentive, the work motivation and the supervision system, showing a significant influence on the care service quality at RSUD Larantuka? (3) Is there a simultaneous inference of the direct consumption allowance incentive, the work motivation and the supervision system, showing a significant influence on the care service quality at RSUD Larantuka? The aim of this research is to get an overview on the influence of the direct consumption allowance incentive. the work motivation, the supervision system and lbe service quality at RSUD, Larantuka through an analysis of free variables influence compared to bound variables, either in partial correlation or simultaneous inference. The population covered by this research consists of the 350 RSUD employees. The sample involved in this research includes 187 responders. The sample has been selected through SlJatified sampling, whereas all lbe employees where divided by frame sampling in a series of batches or categories. Then the distribution of samples in the respective categories bas been arranged through simple random sampling. The data analysis was carried on by descriptive statistic analysi s, beside inferential statistic analysis (multiple linear regression analysis). In order to assess the influence of the free variables over the bound variables in a simuh.aneous way. we have applied a F-test while applying a partial correlation 1- test The descriptive analysis results show all the free variables are valid. which is also the case for the bound variables. The results of the inferential statistic analysis shows that in a simultaneous inference approach. all the three free variables show a positive and significant influence on the care service quality. Nevertheless, regarding partial correlation. only the "supervision system" variable has a positive and significant influence on the care service quality. The managers of the RSUD Larantuka are advised to keep on improving and upgrading the supervision system, through the setting up of an Internal Appraisal System, in order to provide patients with a better care service in the future.

Kata Kunci : direct consumption allowance, work motivation, supervision system, care service quality

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Pengaruh Tingkat Kebutuhan Terhadap Motivasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Kepegaiwaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumbawa Barat

 

T he Influence Of T he Need Local Toward The Work Motivation Of Civil Servants At Education And Training Employee Affairs Board Of West Sumbawa Regency

Hayattunnupus Wikamto
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (41482)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan unluk mengelahui pengaruh lingkut kebutuhan terhadap motivasi kerja Pegaw~li Ncgcri Sipil pada Badan Kepegawaian Pcndidikan dan Pelarihan Kabupatcn Sumbawa Baral. Tingkat kebuilihan diukur mcnggunakan leori kebutuhan Maslow, yang terdiri dari kebutuhan fi siologis, kebutuhan rasa aman, kcbutuhan sos ial, kebuluhan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Pengujian hi polesis da lam penelitian in i menggun akan anal isis jalur dengan uji I pada signifikansi a::5%. Populasi dalam penelil ian jni adalah populasi terbat3s ya illl Pegawai Negeri Sipil yang ada pada Badan Kcpegawaian Pendidikan dan Pelal ihan Kabupaten Sumbawa Baral, sebanyak 41 orang dengan melode lotal sampling alau sensus. Has il pene lilia n menunjukkan bahwa terdapat pengaruh simuhan va riabel eksogen Icrhadap 1110li vasi kerja , yaitu sebesar 45,4%, sedangkan seeara parsia l, variabel cksogen tneliputi : kebu:uhan fi sik berpengarun s ignifikan ncgalif sebesar 33,8%, kcbuluhan keamanan berpengaruh signifikan positif sebcsar 53.3%, kebutuhan sos ial berpcngaruh lidak siginifikan positi f scbesar 3.5%, kebutuhan penghargaan berpcngaruh tidak signifikan negalif scbesar 21,7% dan kebutuhan akt ua lisasi di ri bcrpengaruh s ignifikan posi lif se besar 41 ,5%. Variabcl yang dominan berpengarllh terhadap 1110li vasi kcrja ada lah keblltuhan kemanan, yaitll sebesar 53,3%.

Kata Kunci : Tingkat Kebutuhan, Motivasi Kerja

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Penerapan Model Pernbelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Maternatis Siswa SMA

 

The Application of Cooperative Learning Model Numbered Heads Together (NHT) toward The Understanding and Communication Mathematic Ability The student of SMA

Setiyantono
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (41563)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kemampuan pemahaman dan komunikasi maternatis adalab pembelajaran kooperatif Numbered Heada Together (NHT). Model pembelajaran ini, membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-rnasing anggota kelompok diberi nomor untuk memudahkan kinetja, mengubah POStSl, menyusun materi, mernpresentasikan, dan rnendapat tanggapan dari kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). kemampuan pemahaman dan kornunikasi matematis siswa yang memperoleh penerapan model pembelajaran kooperatif NHT lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. dan 2). informasi pendapat siswa terhadap penerapan model pembelajaran NHT. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonrandomized Control Group, Pretest-Posnest Design. Pada desain tersebut kelompok pengendali tidak diacak. Populasi penelitian ini adalab seluruh siswa kelas XI SMA Negeri I Kotaagung Kabupaten Tanggamus. Selaujutnya sampel penelitian ini adalab kelas XI !PA3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPAl sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. T es berupa soal uraian secara tertulis sedangkan non tes berupa angket pendapat siswa dengan carn memberi tanda ceklis. Pengnjian statistik yang dignnakan adalab uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan dua rata-rata. Perhihmgannya dengan menggunakan Microsoft Office Excel dan Software SPSS V 16 for Windows. Pengnjian tersebut dengan tarafkonfidensi 95% atau a = 0,05. Angket pendapat siswa menggunakan skala Likert. Berdasarkan analisis seluruh temuan menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh penerapan model pembelajanm kooperatif NHT mengalami peningkatan yang lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Skor tes awal maupun akhir kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis untuk siswa yang roemperoleh penerapan model pembelajaran kooperatif NHT selalu lebih baik dari pembelajaran konvensional dalam hal skor terendah, skor tertinggi. dan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa yang memperoleh penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) lebih baik bila dibandingkan dengau siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional.

Kata Kunci : model pembelajaran kooperarif, NHT, pemahaman matematis. komunikasi matematis

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



 

Evaluasi Program Nasional) Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan di Kecamatan Lewolema (Studi Kasus Kegiatan Simpan Pinjam Untuk Kelompok Perempuan di Desa Sinar Hading dan Desa Balukhering)

 

Evaluation of the National Program for Community Empowerment in Rural Areas in District Lewolema ( Case Study Savings and Loan Activity For Women's Group in the Village Sinar Hading and the Village Balukhering)

Yohanes Ibi Hurint
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (41602)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
Penelitian ini bcrtujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan kbususnya pada kegiatan Simpan Pinjam untuk Kclompok Perempuan di desa Sinar Hading dan desa Balukhering. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai hasil jangka menengah kegiatan Simpan Pinjam Untuk Kelompok Perempuan sesuai dengan tujuan yang telab direncanakan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarokat Mandiri Perdesaan yaitu Mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pendanaan usaha ataupun sosiaJ da.sar. memberikan kesempatan kepada kaum perempuan meningkatkan ekonomi rurnah tangga melalui pendanaan modal usaha dan mendoTOng penguatan kelembagaan simpan pinjam oieh kaum perempuan. Disamping itu pencljtian ini bertujuan untuk melihat dan menggambarkan faktor pendukung dan faklor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan simpan pinjam untuk keiompok perempuan. Pendekatan yang digunakan daJam peneiitian ini menggunakan pendekatan kualitauf dengan desain deskriptif yaitu menggambarkan kenyataan yang terjadi sebagai dampak pelaksanaan subuah program dan merupakan peneiitian terapan berupa penelitian evaluatif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa tujuan jangka menengah program yaitu memperccpat proses pemenuhan pendanaan usaha dan ataupun sosial dasar dapat tcrcapai dengan baik yang ditandai dengan peningkatan usaha anggota kelompok dan lerpenuhjnya kebutuhan sosial dasar mereka. Evaluasi terhadap memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui pendanaan modal usaha dinilai berhasil yang ditandai dengan peningkatan usaha ekonomi rumah tangga. Terhadap penguatan kelembagaan simpan pinjam kelompok Simpan Pinjam untuk Kclompok Perempuan udak tereapai. Untuk itu diharapkan pelaku program dapat mcmanfaatkan faktor pendukung dan meminimalisir faktor penghambat yang ada sebingga pelaksanaan Simpan Pinjam untuk Kelompok dapal terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

Kata Kunci : Evaluasi Program. Kelornpok perempuan, Simpan pinjam dan Pendampingan.

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Kajian Kelayakan Mutu dan Keberhasilan Usaha Pengolahan Tuna Loin Segar Skala Rumah Tangga Serta Strategi Pengembangannya di PPJ Hamadi - Jayapura

 

The Study of Quality Eligibility and The Development Strategy for The Success of Processing of Domestic Fresh Tuna Loin in PPJ Hamadi Jayapura Papua

lzaak Andriee
Universitas Terbuka, 2015

pdf klik disini (41499)


88x31
Anda hanya diperbolehkan membaca dan membaginya kepada orang lain untuk tujuan non komersil selama anda tidak mengubah apapun dan memberi pengakuan kepada penciptanya (SK Rektor UT No. 7255/UN31/KEP/2012). Berkas ini dapat dipakai dengan lisensi Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported.

 


ABSTRAK
PPJ (Pangkalan Pendaratan fkan) Hamadi yang berada di utara Provinsi Papua tepatnya wilayah Kola Jayapura, berbatasan seeara Jangsung dengan Samudera Pasifik menjadikan lokasi ini sangat potensial terhadap pengernbangan usaha perikanan tuna loin segar skala rumah taogga. Namun di PPI ini belum dilakukan pengoJahan tuna loin segar yang mengaeu kepada cara berproduksi yang baik (Good ManufaclUring PractiselGMP) dan persyaratan sanitasi yang higiene (Standard Sanilation Operating Procedure/SSOP) beturn dilakukan menjadikan sistern pengolahan unit usaha tuna loin segar skala rumah tangga terse but digolongkan pada tingkat sangat tidak layak. Setelah dilakukan observasi dan penilaian keJayakan dengan menggunakan eek-list kelayakan dasar pengolahan yang ditetapkan oleh Kenienterian Kelautan dan Perikanan nomor : PER.OII IDJ-P2HP/2007 ditemukan sejumlah penyimpangan meliputi penyimpangan minor = 5, mayor = 49, serius = 40, dan kritis = 8. Di sisi lain, pengembangan usaha tuna loin segar seeara finansial layak dan menguntungkan mengingat nilai anal isis Revenue COSI - Ratio > I dan Payback Period l...-urang dari I tahun dengan asumsi hargajual tuna loin segar hams lebih besar dari Break Even Poin. Harga per loin saat ini berkisar Rp. 54.452,- atau dengan kata lain loin yang dihasilkan harns berkuaIitas (sangat bagus) mengingat penentuan harga produk tuna loin identik dengan ni lai kesegaran ikan dan hal ini mempengaruhi mutu (Grade) loin yang diterima oleh konsumen. Berdasarkan Analisis matriks IE terhadap karakteri stik nilai dari faktor-faktor peiuang, aneaman, kekuatan dan kelemah(lJl dari unit usaha tuna loin segar skala rumah tangga yang terpetakan pada kuadran V, mengandung makna bahwa kebijakan strategi yang diambil harns diarahkan untuk mempertahankan kondisi sambil melakukan pertumbuhan. Selanjutnya dengan menggunakan anali sis matrik grand strategi menempatkan posisi unit usaha tuna loin segar berada pada kuadran 1, yakni kebijakan strategi diarahkan untuk agresif. Dengan kala lain kebijakan yang diambil diarahkan untuk menggunakan faktor kekuatan internal yang dimiliki unit usaha untuk menangkap faktor peluang ekstemal yang mempengaruhi unit usaha tuna loin segar skala rumah tangga saat ini. Melalui analisis menggunakan matriks SWOT dipero leh lima kebijakan strategi primitas dari tingkat ranking teratas untuk pengembangan unit usaha pengolahan tuna loin segar, yakni strategi seperti SOI ,WOI, S03, S04, STI yang secara garis besar mencakup evaluasi terhadap optimalisasi proses produksi melalui pembenahan proses pengolahan, mutu produk, barga, promosi, peningkatan SOM, pengembangan sarana prasarana dan peningkatan peran lembaga institusi pemerintah terkait untuk mendorong pertumbuhan usaha terbadap tuntutan pennintaan pangsa pasar yang cenderung meningkat.

Kata Kunci : Good mamifac/llring practise, PPIHamadi, SWOT. Tuna loin segar

Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka



Google Script