Analisis Permintaan Atau Penawaran Kredit Dengan Pendekatan Model Disequilibrium Pada Bank Umum Di Provinsi Kepulauan Riau (40782)

Loan Biding Or Demanding Analysis With Disequilibrium Model Approach To The Public's Bank In The Riau Island Province

Novis Fouriandi
Universitas Terbuka - 2012

creative pdf Fulltext

Abstrak

Industri perbankan memegang peranan penting dalam membantu perekonomian suatu negara yang mempunyai kaitan erat dengan industri sektor keuangan yang memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap indikator ekonomi makro dan mikro. Hal ini mengakibatkan tingkat kredit perbankan mengalami fluktuasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya penyaluran kredit perbankan di Kepulauan Riau apakah lebih disebabkan oleh permintaan kredit atau penawaran kredit. Sampel penelitian adalah data-data riil yang telah memperhatikan laju inflasi yang ada di Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ) selama kurun waktu 2006 sampai dengan 2010. Pengujian dilakukan dengan regresi linear beganda dan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, heterokedastisitas, uji autokorelasi dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian untuk uji hipotesis menunjukkan bahwa secara bersama-sama Kapasitas Kredit Bank Umum (KAPBU), Suku Bunga Kredit Bank Umum (RCRBU), Suku Bunga Bank Indonesia (SBI), Non Performing Loan (NPL), Dummy mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penawaran kredit dan Produk Domestik Bruto (PDB), Spread Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit. Secara parsial Kapasitas Kredit Bank Umum (KAPBU), Suku Bunga Kredit Bank Umum (RCRBU), Suku Bunga Bank Indonesia (SBI), Non Performing Loan (NPL), Dummy mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penawaran kredit dan Produk Domestik Bruto (PDB), Spread Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit. Koefisien determinasi R2 (adjusted R-squared) sebesar 0,61 menunjukkan kemampuan variabel Kapasitas Kredit Bank Umum (KAPBU), Suku Bunga Kredit Bank Umum (RCRBU), Suku Bunga Bank Indonesia (SBI), Non Performing Loan (NPL), Dummy mempengaruhi penawaran kredit, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini. Sedangkan koefisien determinasi R2 (adjusted R-squared) sebesar 0,29 menunjukkan kemampuan variabel Produk Domestik Bruto (PDB), Spread Suku Bunga, Nilai Tukar Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Inflasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan kredit, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini.

Kata Kunci :Permintaan kredit, penawaran kredit, Demand for credit, credit offers

utcc Koleksi Perpustakaan Universitas Terbuka

 

Google Script